PIALA DUNIA DAN TAHUN POLITIK DI INDONESIA
Ada apa dengan sepakbola indonesia?
Sepakbola adalah olahraga paling populer dengan milyaran penggemar diseluruh dunia karena permainannya yang khas dalam mengolah si kulit bundar serta dapat mencontohkan betapa pentingnya kerjasama antar pemain di dalam sebuah tim. Selain sebagai alat pemersatu masyarakat, sepakbola juga sangat berpengaruh di dalam kemajuan, prestasi hingga eksistensi pada sebuah daerah maupun negara.
Terbukti, di ajang Piala dunia ataupun pesta sepakbolanya dunia, hanya 32 negara terhebat saja yang berkesempatan ikut serta melalui penyisihan yang maha ketat(sulit) antar tim nasional berbagai negara. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sepakbola bagi bangsa, negara dan dimata dunia.
Kebetulan, tahun ini Piala dunia sedang bergulir di russia. Artinya, atmosfer pesta sepakbola dunia juga sudah terasa di berbagai negara. Lalu bagaimana dengan indonesia?
Di indonesia sendiri sepertinya lebih mengutamakan politik dari pada sepakbola. Di tahun sepakbola dunia yang tengah berlangsung Di russia ini, sebagian para elite penguasa di berbagai nusantara juga masih sibuk bergerilya mencari koalisi kesana kesini demi meraih suara, apalagi saat ini negara indonesia dalam tengah menghadapi PILKADA dan disusul Pemilihan Presiden indonesia .
Jadi tentu saja, mereka lebih memproritaskan bahwa tahun ini adalah tahun politik indonesia daripada kehangatan pesta sepakbola dunia.
Jika politik menjadi proritas elite penguasa, maka bukan tidak mungkin negara indonesia ketinggalan begitu saja,sebab sepakbola juga sangat berpangaruh terhadap kemajuan pada sebuah negara. Seperti mempromosikan negara pada dunia,menunjukkan berkualitasnya negara serta memberikan hiburan hingga menggambarkan bahagianya warga negara dengan suguhan prestasi sepakbola pada negara.
"Sebelumnya aku tidak tahu dengan negara Panama,namun setelah melihat negara ini tampil di piala dunia akupun jadi mengetahuinya"
Terbukti, selama indonesia merdeka dan sejak pertama kalinya Piala dunia bergulir hingga sampai saat ini, Indonesia tidak pernah sekalipun ikut serta. Ada apa dengan indonesia?
Warga indonesia tentu saja ingin seperti warga negara yang lainnya, datang ke stadion langsung menyaksikan Tim nasional kebanggaan untuk membela negaranya ataupun hanya menyaksikan di layar kaca sambil berteriak histeris memakai atribut merah putih menonton bersama temen,tetangga,saudara maupun keluarga demi mendukung,mendoakan serta membanggakan negara tercinta dalam ajang bergengsi olahraga di dunia.
Indonesia adalah negara penduduk terpadat ke tiga dunia,jadi logikanya bukan tidak mungkin jika pemuda-pemuda di pelosok nusantara tidak bisa bermain sepakbola. Faktanya, negara Islandia saja yang ukurannya hanya seluas Pulau nias, sumatera utara mampu tampil di piala dunia.
Tatanan pemerintahan indonesia bukannya tidak terstruktural, Pemerintahan indonesia juga mempunyai masing-masing tanggung jawab di bidangnya. Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia(PSSI) misalnya, PSSI adalah sebuah lembaga pemerintahan yang di dalamnya terdapat pejabat yang sengaja di gaji negara untuk mengurusi sepakbola indonesia agar menjadi lebih baik lagi di indonesia maupun di tingkat dunia. Tapi tatanan itu sepertinya hanyalah "lifestyle" belaka, melihat minimnya prestasi sepakbola di daerah maupun di indonesia apalagi dimata dunia. Tentu saja sebagai warga negara sangat kecewa, apalagi pemuda-pemudanya sepertinya lagi sedang tidak baik-baik saja yang hampir setiap malam hanya menyaksikan negara lain dalam berlaga membela negara lain,bukan negara indonesia.
Melalui piala dunia ini seharusnya para elite penguasa di tanah air peka akan kebutuhan warga negaranya, dengan lebih serius lagi dalam menyikapi sepakbola indonesia, ekstra lebih selektif lagi dalam memilih-memilah pengurus maupun pemain di seluruh pelosok indonesia tanpa ada yang namanya nepotisme agar nantinya indonesia bisa berlaga di ajang piala dunia, Amin YRA.
Apalagi, masyarakat indonesia terkhususnya pemuda-pemuda di pelosok daerah nusantara masih banyak mempunyai bakat terpendam di cabang sepakbola, Di kabupaten Aceh singkil misalnya hehe...
Namun ,jika para elite penguasa hanya serius untuk kepentingan antar golongan saja, maka bukan hal mustahil ika warga indonesia hanya jadi penonton setia melihat timnas negara lain berlaga Di piala dunia.
Salam dari saya, Seorang pemuda penikmat sepakbola!!!
@hardinatasimamora

Komentar
Posting Komentar